Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia telah memperhatikan bahwa dengan mempercepat pengelolaan kelompok kerja COVID-19 (Kelompok Kerja Nasional), hari ini (Selasa) dan hari ini (23 Juni 2020), terdapat kasus positif COVID-19 yang baru ditambahkan setiap hari, jumlah total Itu 47.896, setelah itu ditambahkan 1.051 orang.

Setelah itu, setelah peningkatan 506 orang, pasien pulih menjadi 19.241. Selain itu, untuk kasus yang meninggal pada 2535, tambahkan 35.

Akumulasi data kasus didasarkan pada hasil tes dari 17908 sampel dari hari sebelumnya (Senin (22/6)) dan hari sebelumnya. Total akumulasi jumlah yang diuji adalah 668.219. Baca: Doni Monardo: Hutan dan lahan dapat meningkatkan risiko paparan tes Covid-19 yang dilakukan di 121 laboratorium menggunakan metode reaksi rantai polimerase (PCR), Melokuler Rapid Test (TCM). 99 laboratorium dan laboratorium jaringan (RT-PCR) dan laboratorium pengobatan Tiongkok tradisional dari 249 laboratorium) -Menurut data yang dikumpulkan, jumlah orang yang memeriksa setiap hari adalah 8.564, dan jumlah kumulatif adalah 401.681. Menurut inspeksi global, ada 1.051 kasus positif hari ini, sementara 7.513 kasus negatif menumpuk, menjadi 47.896 kasus positif dan 353.785 kasus negatif.

Juru bicara pemerintah “COVID-19 Achmad” mengatakan: “Kami menerima sebanyak 1.051 kasus positif, sehingga populasi yang terakumulasi mencapai 47.896 orang.” Yuri Anto berada di Jakarta Graha National Disaster Administration (BNPB) Dalam pernyataan resmi Pusat Media untuk Kelompok Kerja Manajemen Percepatan COVID-19, Selasa (23/6). Jumlah ini belum didistribusikan secara seragam di seluruh Indonesia, tetapi “penambahan” di beberapa daerah tinggi, tetapi beberapa laporan tidak memiliki penambahan positif.

Baca: Kampanye Menaker untuk pekerja sehat mencegah penyebaran pandemi Covid-19

“Distribusi kasus positif yang diperoleh hari ini, lima provinsi melaporkan peningkatan kasus yang signifikan. Yang pertama Itu Jawa Timur, “kata Yuri”, ada 258 kasus baru dan 60 orang pulih, kemudian DKI Jakarta menambahkan 160 kasus dan 100 kasus, Provinsi Sulawesi Selatan 154 kasus dan 42 kasus, Sumatera Utara 117 kasus Dan 3 kasus, tidak ada laporan pemulihan di 55 kasus di Papua. “- Baca: Achmad Yurianto: Ketika pemerintah mengumumkan kasus Covid-positif pertama, respons masyarakat dilebih-lebihkan