Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ika Dewi Maharani mungkin satu-satunya dokter sukarelawan perempuan yang melayani sebagai pengemudi ambulans di bawah naungan Satuan Tugas Sukarela Penanganan Sukarela COVID-19.

Ika bertanggung jawab untuk pasien di bawah pengawasan (PDP) dan bahkan pasien positif COVID-19. Tugas ini tidak diragukan lagi membuat Ika sangat rentan terhadap coronavirus.

Ika menyatakan bahwa “keamanan” adalah kunci utama ketika melakukan tugasnya. Selama layanan, ia juga harus menggunakan alat pelindung diri (APD).

Baca: darurat virus Corona, Polri memecat 33.684 orang, hingga 2.353 patroli jaringan

tidak hanya untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga untuk memastikan keselamatan pasien. -Sebagai orang biasa, Ika mengklaim bahwa ia merasakan ketakutan ketika bekerja sebagai pengemudi ambulans untuk pasien Covid-19.

Dia sangat dekat dengan pasien PDP, tidak positif. Tapi Ika mengaku sebagai relawan medis dan dia memiliki semangat kemanusiaan yang lebih tinggi.

Roh ini mengatasi ketakutan Ika terhadap Covid-19. Surabaya sudah mati— “Ketakutan sudah pasti, hanya saja kita harus melihatnya lagi. Ini adalah tugas kita sebagai sukarelawan medis. Kita harus berurusan dengan pasien dari awal sampai akhir pasien yang ingin kita rawat , “Kata Ika. , Informasi dan komunikasi bencana BNPB, Jumat (17/4/2020) .

Jumlah kasus COVID-19 di Jakarta saat ini semakin meningkat. Menurut Ika, jumlah staf perawat yang tersedia tidak cukup untuk merawat pasien Corona di Jakarta.

Ini adalah alasan utama mengapa Ika memutuskan untuk menjadi pengemudi ambulans.