TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Komunitas Pasien Dialisis Indonesia (KPCDI) Jakarta berencana untuk menyerahkan kepada Mahkamah Agung (MA) pengujian materi tentang peningkatan sumbangan BPJS Kesehatan. Pada tahun 2020, revisi kedua “Perpres Nomor 82 Tahun” terkait dengan asuransi kesehatan .

–) ditekankan oleh Presiden Airlangga, menjelaskan harga gula dalam gula Alasan tingginya tingkat-dalam peraturan ini, pemerintah memutuskan untuk meningkatkan harga gula) jenis pengeluaran pertama dan kedua, sedangkan jenis pengeluaran ketiga akan meningkat pada tahun 2021.

“KPCDI berencana untuk menyerahkan ulasan materi Perpres ke Mahkamah Agung lagi, Rabu (13/5/2020) .

Pemerintah akan mulai dari tempat ke-64 dalam peringkat Prepres pada tahun 2020, mulai dari bulan Juli 2020 Donasi dari BPJSSANTE akan ditingkatkan dari tanggal 1.

Donasi peserta Kelas I yang independen telah meningkat menjadi Rs 150.000, sedangkan Rp saat ini adalah Rs 80.000. Biaya peserta Kelas II yang mandiri telah meningkat dari Rs 51.000 saat ini menjadi 100.000 Rs. Biaya peserta Kelas III yang mandiri juga meningkat dari Rs. 25.500 menjadi Rs. 42.000.- Namun, pada tahun kedua 2021, subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah akan dikurangi menjadi Rs. 7.000, sehingga peserta harus dibayar Rs. 35.000 .. Sejak 1 Januari 2020, kenaikan biaya BPJS telah dibatalkan.

Baca: Seorang saudara laki-laki kartu kredit tua mengosongkan mahkota kematian lansia, dan sekarang pasien sudah meninggal — menurut komunitas Indonesia Tony di Indonesia Menghadapi situasi krisis epidemi Virus Corona, sikap terhadap pasien-pasien dialisis tidak memuaskan pemerintah. -Meski peningkatan jumlah telah berubah, ia mengatakan bahwa perubahan ini masih dianggap berat, terutama pada saat ini masih tidak pasti. Kondisi ekonomi. — “KPCDI mengevaluasi itu sebagai cara bagi pemerintah untuk membatalkan putusan Mahkamah Agung,” katanya. III, untuk meringankan beban keuangan pada masyarakat .

“Meskipun, biaya kuliah kelas III tahun ini adalah Peserta membayar IDR25.500 setiap bulan kepada non-pekerja (PBPU). Dan peserta BP, tetapi penghasilan pada 2021 dan tahun depan adalah Rp 35.000, “tambahnya.