TRIBUNNEWS.COM-Presiden Jokowi mengadakan pertemuan terbatas (Ratas) pada sore hari Senin (3/3/2020) dengan tujuan untuk mengharapkan Libanon kembali ke Jawa dengan Menteri dan Gubernur.

Pertemuan Latas diadakan untuk membahas secara tradisional mobilitas banyak orang yang terlibat.

Menurut Jokowi, selama periode kembali Idul Fitri, seluruh wilayah Indonesia memiliki aliran sekitar 19,5 juta orang tahun lalu. – “Oleh karena itu, dalam pandemi COVID-19, Yokowi mengatakan dalam laporan tentang siaran Idul Fitri langsung di stasiun TV Kompas Kampung Halaman pada Senin sore:” Keberadaan aliran personel semacam ini sangat Berbahaya dan sulit untuk menyebarkan penyebaran COVID-19. “Jokovi menambahkan bahwa partainya menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan sejak itu telah ada gerakan .-” Sejak berdirinya Tanggap Darurat DKI Jakarta Dalam proses percepatan pemulangan ke rumah, terutama bagi pekerja dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur, “lanjutnya .—” Dalam 8 hari terakhir, 876 telah terdaftar Armada bus antar provinsi yang membawa kurang dari 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke orang-orang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, “lanjutnya.

Mengenai masalah ini, Jokowi juga melaporkan kepada pemerintah daerah Serangkaian instruksi dikeluarkan.

Jokowi meminta gubernur, bupati, dan walikota untuk memperkuat pengawasan masing-masing wilayah

terutama bagi mereka yang telah dikunjungi oleh penumpang.