TRIBUNNEWS.COM-Untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), pemerintah mendorong orang untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Sejak penerapan kebijakan tersebut, anak-anak usia sekolah juga telah menerima pendidikan dari rumah. .

Arist Merdeka Sirait, ketua umum Komite Nasional Perlindungan Anak, mengatakan bahwa orang tua harus menggunakan periode ini untuk pergi ke sekolah di rumah untuk meningkatkan rasa kedekatan mereka dengan anak-anak.

Selain itu, sebagai bagian dari komite yang bertanggung jawab untuk memastikan pertahanan dan perlindungan anak-anak Indonesia, Arist juga menegaskan bahwa orang tua Indonesia dapat membangun rumah yang ramah dan ramah anak.

Baca: Saran bagi orang tua untuk menjaga anak-anak mereka di rumah selama pandemi kekerasan-19

Arist juga mendorong orang tua untuk menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan orang tua yang otoriter menjadi orang tua yang mempromosikan dialog dan partisipasi dalam proses tersebut. — “Ini adalah kesempatan” agar orang tua bisa dekat dengan anak-anak mereka dan mengubah paradigma pengasuhan yang otoriter menjadi pengasuhan untuk mempromosikan dialog dan pengasuhan partisipatif, “Ariste di Tribunnews.com, Sabtu (4/4) 2020) mengatakan dalam pernyataan tertulis yang diterima.

Arist menambahkan bahwa pemerintah juga merekomendasikan agar orang tua tinggal di rumah untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan anak-anak mereka

oleh karena itu, berharap sekolah di rumah Kebijakan dapat secara efektif memainkan peran dan memperkuat keselamatan keluarga.

“” Orang tua untuk memperkuat hubungan dekat antara anak-anak dan orang tua, berbagi, saling membantu, mengobrol satu sama lain, bermain dan membuat peluang bagi orang tua, “kata Arist .

“Dengan cara ini, kebijakan sekolah rumahan dapat bekerja secara efektif dan alami, ketahanan keluarga telah diperkuat,” katanya.