TRIBUNNEWS.COM – Direktur penelitian Indonesia, Piter Abdullah, telah meminta pemerintah untuk mengadopsi kebijakan karantina regional tentang Covid-19 alih-alih tindakan darurat sipil.

(31/3 / 2929).

Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Fadjroel Rachman mengatakan bahwa jika situasi di Indonesia memburuk, Presiden Jokowi akan meledakkan disiplin darurat kebijakan. – “Presiden telah melompat, misalnya, jika situasinya memburuk, kita akan memiliki situasi darurat, yang lebih sulit daripada mengisolasi daerah itu,” kata Fadrol, yang juga menjadi pembicara tamu di acara tersebut. Baca: Perbarui Corona 1 April 2020, Hari Ini: Italia dan Spanyol memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada Cina

Baca: Kapan pandemi korona di Indonesia berakhir? Siswa Matematika UI mengungkapkan skenario prediksi Covid-19-pernyataan Fadjroel sangat dikritik oleh Piter. Petr berkata: “Saya benar-benar kehilangan latar belakang saya di sana.” Karena dia mengatakan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, “pemerintah harus merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kerusakan kesehatan.” Pete berkata: “Ini jelas Pandemi, masalah kesehatan dan keselamatan masyarakat, ini adalah tolok ukur dari UU Kualitas Kesehatan, “tambahnya.