Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah meminta masyarakat untuk tidak pulang, sehingga Lebaran dapat memutus rantai distribusi Virus Corona (Covid-19).

Meskipun demikian, hingga 11% dari orang Indonesia berencana untuk terus pulang untuk Lebaran 2020 kali ini. –Gambar tersebut adalah hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dari 9 hingga 12 April 2020. Survei dilakukan pada 1.200 responden dengan telepon yang dipilih secara acak. Anggota “di seluruh negara bagian bahwa Platform Digital dipandang sebagai mitra kartu pra-kerja dengan banyak manfaat, bukan kecantikan”, dengan tingkat kesalahan 2,9%. 11% orang akan pulang atau setara dengan 20 juta orang dewasa, “,” kata CEO SMRC Sirajuddin Abbas dalam pernyataan tertulis kepada Tribunnews.com, Jumat (17/4/2020).

Menurut hasil survei, sebanyak 31% penduduk Jakarta mengatakan mereka berencana untuk pulang setengah jalan melalui epidemi virus korona.

Lalu, sebanyak 12% penduduk Jawa Timur berencana bepergian ke dua arah.

Baca: Jumat, 17 April 2020, Pembaruan Global Corona: Pada sore hari, 3.315 orang meninggal di Belanda dan 250 pasien pulih – Selanjutnya, penduduk Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten akan kembali ke negara tersebut Berencana untuk meningkat 10%. Abbas mengatakan: “Pada saat yang sama, populasi Sulawesi Selatan adalah 6%, dan 1% lainnya.” Untuk tujuan ini, Abbas meminta pemerintah untuk terus mendidik masyarakat agar tidak kembali ke rumah. Di tengah pandemi virus koronal (Covid -19).

“Mengingat minat besar imigrasi dalam perjalanan bolak-balik, tampaknya pendidikan yang lebih ketat dan kegiatan kembali masih diperlukan, terutama dari Jakarta:” Abbas mengatakan bahwa upaya yang lebih besar sedang dilakukan untuk mencegah penduduk kembali Desa sendiri, terutama penduduk DKI. Dia menambahkan.