Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan saat ini ada tujuh desa tanpa Covid-19 kasus positif. Meskipun demikian, tujuh desa telah mengadopsi perjanjian pembatasan sosial skala besar (PSBB).

“Untuk kasus positif, jalan masih ada, tapi syukurlah, menurut data kasus, saat ini ada tujuh desa yang tidak ada lagi. Dikonfirmasi positif,” kata Idris dalam pernyataan resmi, Senin (1) / 6/2020) .———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————: Baca: Polisi berhenti menggunakan samurai sampai mati, mobil polisi di Kantor Polisi Daha dibakar, dan pelakunya ditembak. Idris berkata: “Di tujuh desa, Covid-19 Dalam semua kasus, itu dikonfirmasi sebagai negatif. “Dia menjelaskan:” Tiga desa tanpa kasus lain adalah Duren Seribu (Duren Seribu), Bojongsari Baru dan Pangkalan Jati Baru “.

Meskipun tidak ada lagi kasus positif di empat desa yang tersisa, masih ada beberapa orang tanpa gejala (OTG), orang yang dipantau (ODP) dan pasien yang dipantau (PDP). — – Empat desa itu adalah Krukut, Gorogol, Bojongsari Tua dan Pongk Terong. Mulia, ini merupakan pengesahan dari Dwi Sasono

“Kita harus memahami ini bersama. Depok selalu menerapkan peraturan PSBB sampai 4 Juni, jadi semua desa sebelumnya tidak gratis, tetapi mereka masih dalam peraturan sampai Pada 4 Juni. “Judulnya di Tribunjakarta.com adalah” Tujuh desa di Depok, tidak ada Covid-19 kasus positif, terdaftar di sini “.