TRIBUNNEWS.COM – Menteri Kesehatan DKI Terawan Agus Putranto menyetujui usulan Pemerintah Provinsi Jakarta untuk menentukan status Pembatasan Sosial Massal Jakarta (PSBB).

Mulai Jumat (10/4/2020), aturan PSBB dimasukkan dalam peraturan pemerintah No. 21 tahun 2020.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) pada 2020 No. 9 peraturan tentang pembatasan sosial berskala besar merinci ketentuan untuk mempercepat Covid-19 bagian dari perawatan.

Menurut peraturan ini, ada banyak pembatasan pada “kegiatan masyarakat, termasuk transportasi kendaraan biasa dan kendaraan bermotor”. Selama PSBB, kendaraan yang kami tentukan adalah transportasi umum. Kendaraan pribadi dapat melakukan aktivitas mereka seperti biasa, tetapi mereka harus menjaga jarak tertentu, “kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/7/2020) .

Harus datang dengan membatasi penumpang Memenuhi persyaratan ini untuk mencegah penyebaran virus wab ah corona atau covid -19.

Karena itu, tergantung pada jenis dan jenis kendaraan yang digunakan, lima hingga tujuh orang tidak dapat ditampung di dalam mobil.

Motor yang sama, Disarankan untuk sementara waktu tidak membawa penumpang.

Baca: Anies Baswedan menjelaskan proses PSBB di Jakarta dari penyerahan hingga pelaksanaan akhir besok

Baca: Kafe Hewan di Jakarta dan Malang ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19– – “Saat ini (PSBB) dibatasi. Anies mengatakan: “Ini akan diatur dalam peraturan terperinci, tetapi faktanya jumlah penumpang pada kendaraan akan terbatas.” – Pada kesempatan lain, juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati (Adita Irawati) Juga mengatakan bahwa selama PSBB, mobil pribadi hanya dapat menampung hingga setengah dari penumpang.