Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan tes cepat Covid-19 di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (6/6/2020). Setelah kebijakan pembatasan sosial besar-besaran (PSBB), layanan publik dimulai kembali.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bahwa sangat penting untuk melakukan tes cepat untuk memastikan bahwa semua karyawan KPK dan semua pihak KPK tidak diserang oleh Covid-19, termasuk tahanan.

Selain itu, dia mengatakan bahwa sejauh ini, masih ada karyawan KPK yang harus melakukan tugas mereka di situs.

Baca: Kasus Nurhadi dapat dikembangkan menjadi TPPU, dan ada banyak bukti di KPK

“Tugas utama tidak pernah ditunda, yang harus disertai dengan kepedulian kami terhadap kesehatan semua pihak”, kata Firli .

KPK Quick Tes akan berlangsung selama empat hari, yaitu 4 Juni 2020, 5 Juni, dan 9 Juni 2020.

Sebanyak 1.972 orang berencana untuk berpartisipasi dalam tes cepat. — Jumlah itu termasuk 1.862 karyawan KPK, 44 personel keselamatan jiwa, 16 anggota tim PK Stranas dan 50 tahanan.

Selain itu, KPK juga melakukan tes cepat untuk wartawan yang melakukan tugas pelaporan harian di gedung KPK. Firli mengatakan bahwa KPK akan terus melakukan tugas-tugas melalui implementasi perjanjian kesehatan wajib selama pandemi Covid-19.

Selama periode pemesanan baru ini, jam kerja KPK akan kembali normal dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore dari hari Senin sampai Jumat. : 00:00 dan Jumat berakhir pukul 17:30 — Kebijakan lain pada tahap ini adalah bahwa KPK telah menerapkan sistem kehadiran aktual karyawan, rasionya adalah 50:50, di mana 50% bekerja di kantor dan 50% di rumah pekerjaan.

Firli menjamin bahwa ketika bekerja di kantor, semua karyawan harus mematuhi peraturan higienis yang berlaku, yaitu, penggunaan masker wajib, duduk pada jarak tubuh di studio, ruang pertemuan dan lift, dan mencuci tangan dengan sabun.

Firli mengatakan: “KPK juga menyiapkan ruang kerja yang cukup untuk mengurangi potensi ekspansi Covid-19.”