Reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono

Jakarta Tribunnews.com-Dede Yusuf Wakil Ketua Komite DPR Dede Yusuf menemukan bahwa siswa di sekolah sekarang bosan dengan program yang berjalan di rumah atau kegiatan belajar melalui internet atau online. Sistem online .— “Menteri Nadiem Makarim mengatakan bahwa itu harus dibuat lezat, tidak gugup dan menarik. Namun, tidak semua guru tidak mengerti metode pembelajaran online,” Demikian dikatakan Dede di Tribun Jakarta, Jumat (15/5/2020). ) .

Baca: Komite X Komite Rekomendasi: Sekolah dapat dibuka di daerah selain kasus Covid-19

Menurut Dede, sekarang tidak dapat dihindari untuk menerapkan sistem e-learning Corona atau Covid-19 di bidang-bidang berikut Pandemi. –Tapi, lanjut Dede, sistem itu harus menarik bagi anak-anak sekolah.

“Saya pikir belajar itu menyenangkan, jangan melakukan banyak pekerjaan rumah, jika Anda mengerjakan banyak pekerjaan rumah, jangan dibatasi oleh anak-anak yang belajar di rumah, karena suasananya bukan pusat pembelajaran, kata politisi Demokrat.

Selain itu, Dede mengatakan bahwa sekolah harus menggunakan diskusi kelompok untuk belajar, dan padang pasir harus menjadi mitra yang baik bagi siswa.

“Jadi, itu bukan siswa guru satu arah (satu arah), tetapi pembelajaran kelompok adalah virtual. Misalnya, tiga hingga empat orang, atau lebih dari sepuluh orang, “kata Dede.

Tingkat, sistem pembelajaran dengan kelompok fokus akan merangsang antusiasme belajar.

Baca: Menteri Dalam Negeri dan pejabat BNPP membahas salib Pengembangan zona pasca-benua 3. Karena semua orang berkolaborasi antara teman sekelas dan guru. Siapa yang memperkenalkan, siapa yang memperkenalkan, dan siapa yang membuat slide (materi pembelajaran). Ini juga merupakan bagian dari pembelajaran, “kata Dede.