Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menyelenggarakan pengujian cepat atau pengujian cepat untuk virus Corona atau Covid-19.

Jumlah total peserta yang berpartisipasi dalam tes cepat Covid-19 adalah 80.192.

Baca: Virus Corona keluar dari kecemasan, Olla Ramlan melakukan tes pengumpulan rumah

Angka ini didasarkan dari Departemen Kesehatan Jakarta sampai ‘Data dikumpulkan sebelum Senin (5/5/2020). – Kepala biro kesehatan DKI di Jakarta (Wadyastuti) mengatakan bahwa dari audit tersebut, sebanyak 3.056 orang (4%) positif, sedangkan 77.136 orang negatif. Rumah sakit rujukan Covid-19 menggunakan tes swab untuk verifikasi lebih lanjut.

Pemeriksaan ini dianggap lebih akurat karena sampel yang dikumpulkan dari hidung dan tenggorokan diperiksa dengan alat polymerase chain reaction (PCR) – melalui inspeksi, agen dapat mengkonfirmasi bahwa virus Covid-19 ada di rongga hidung dan rongga hidung Di hadapan. Manusia

— Dalam proses pengujian, perlu untuk menguji keberadaan antibodi terhadap invasi bakteri dalam tubuh manusia.

Jika seseorang diserang oleh bakteri, antibodi akan bereaksi, sehingga hasilnya positif. Sebaliknya, jika tidak terserang bakteri, antibodi tidak akan bereaksi, menghasilkan hasil negatif.