Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Agustinus Heri Wibowo, Sekretaris Komite Hubungan Antaragama dan Kepercayaan dari Kongres Waligereja Indonesia (HAK KWI), mengharuskan umat beragama untuk selalu mematuhi perjanjian kesehatan selama perayaan. -Dia meminta kelompok agama untuk menjadi contoh penghormatan terhadap tindakan pencegahan. Sebaran virus corona.

“Mari kita membangun tempat ibadah untuk lebih memperkuat iman kita kepada Tuhan, dan dengan mencari disiplin dalam prosedur sanitasi, menjadikan semua agama kita sebagai model kerja sama bersama.”, Pastor Hary pada Senin ( 6/8/2020) mengatakan dalam dialog antara tokoh agama melalui saluran online.

Baca: Keuskupan Agung Jakarta tidak akan beribadah di gereja dalam waktu dekat

Menurutnya, mengamati kepercayaan agama ketika menjalankan peraturan kesehatan dapat mencegah penyebaran aktivitas keagamaan ke agama baru cluster coronavirus.

“Dengan cara ini, kegiatan keagamaan kita dapat menjadi masyarakat yang aman, sehat, dan produktif dalam kelompok baru Covid-19,” kata Pastor Hary.

Seperti yang kita semua tahu, beberapa pemerintah daerah telah mengizinkan gereja untuk kembali ke kegiatan keagamaan selama pandemi Cologne.

Kementerian Agama juga memungkinkan masyarakat untuk melanjutkan mengemudi. Kegiatan keagamaan di tempat-tempat ibadah .

Fachrul Razi, Menteri Agama, mengeluarkan Surat Edaran No. 15 tahun 2020 tentang pedoman untuk mengatur kegiatan keagamaan di tempat-tempat ibadah untuk mengembangkan produktivitas dan Komunitas sari buah apel yang aman mengatur kegiatan keagamaan selama masa-masa normal. .