Dilaporkan oleh reporter Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM, para ahli dan tim peneliti dari Universitas Indonesia telah mengembangkan prototipe alat pelindung diri, yang merupakan teknologi respirator pembersih udara listrik dalam bentuk masker wajah menggunakan baterai (RPUBB) atau respirator pembersih udara listrik .

Alat ini dapat berjalan terus menerus selama 6 jam, dan dapat diintegrasikan dalam tas atau sabuk khusus untuk operasi.

Inovasi PPD UI ini harus dapat melindungi staf medis yang saat ini bertanggung jawab merawat pasien COVID-19.

Respirator pemurni udara PPD ini awalnya dimulai oleh sekelompok peneliti dari Sekolah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan bekerja dengan Departemen Kedokteran (FK) dan Sekolah Ilmu Keperawatan (FIK) di Taman Inovasi dan Sains dan Teknologi UI (DISTP UI) di bawah koordinasi dan dukungan keuangan.

Prototipe PPUBB APD akan diuji di Rumah Sakit UI (RSUI). Prototipe respirator pemurni udara APD dimotivasi oleh sejumlah besar tenaga medis yang menjadi korban transmisi COVID-19 saat melakukan tugas di tempat.

APD dilengkapi dengan modul pemurnian udara, panel data (digunakan untuk menunjukkan tingkat kualitas udara yang disaring), masker wajah penuh, indikator dengan modul udara dan baterai yang dilengkapi selang (sebagai alat listrik).

Dr rer nat, Wakil Presiden Antarmuka Penelitian dan Inovasi UI. Abdul Haris mengatakan bahwa mengelola epidemi COVID-19 adalah tanggung jawab bersama semua anak di negara ini.

“Untuk berkontribusi pada negara ini, kami juga berkomitmen untuk memobilisasi tim ahli dan peneliti dari UI untuk bersama-sama mengembangkan alat pelindung diri untuk membantu petugas kesehatan melakukan tugas mereka di wabah. Harris, Senin (20/04) / 2020) mengumumkan dalam siaran pers bahwa Indonesia menyerang Indonesia dan telah membuat banyak personel medis menjadi korban.

Pengembangan alat pembersih udara APD ini harus menjadi salah satu alat pendukung medis yang dapat membantu manajemen. COVID- 19 pandemi, dan meningkatkan jumlah produk perangkat medis yang dapat diproduksi di dalam negeri.

Kelompok riset antarmuka pengguna yang mengembangkan alat ini mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam produksi massal APD ini sehingga semua lembaga layanan medis dapat lulus “Indonesia” menggunakannya.

Partisipasi semua pihak akan sangat membantu pemerintah, dan saya memerangi epidemi yang mengancam semua aspek negara.