TRIBUNNEWS.COM-Sejak Selasa (12/5/2020), pemerintah Indonesia telah mengumumkan pada hari Rabu (13/5/2020) bahwa sejak 24 jam terakhir, Indonesia telah memiliki 689 lebih banyak coronavirus dalam 24 jam terakhir. 19 kasus positif adalah yang tertinggi-Indonesia mencatat peningkatan tertinggi pada coronavirus pada Sabtu (5/9/2020), yaitu 533.

Sejauh ini, ada 15438 pasien positif.

Jumlah pasien yang pulih telah meningkat sebesar 224, sehingga jumlah total pasien yang pulih adalah 3287. -Dalam hal kasus kematian, mereka meningkat sebesar 21 orang, sehingga jumlah total kasus kematian adalah 1.027. -Baca: Bicaralah dengan penggali kubur Legiun Corona: Beberapa kali ke kamar mandi- -Baca: Kota Jilin disita karena takut akan babak baru virus korona.

Pada saat yang sama, Presiden Moeldoko mengungkapkan bahwa pemerintah akan tetap fokus pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Moeldoko mengatakan bahwa sejauh ini, PSBB belum santai.

Morailko mengatakan bahwa percepatan kereta api atau masalah fleksibilitas di masyarakat, ia masih terbatas pada persiapan studi.Jika kurva transmisi Covid-19 turun, itu akan diputuskan oleh pemerintah.

“Sebenarnya, tujuan kami masih fokus pada PSBB,” kata Moeldoko di gedung Bina Graha di Jakarta, Selasa (12 Mei 2020), seperti dilansir Kompas.com.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Moldeko dan para pemimpin daerah telah meninjau resolusi tersebut. Efektivitas PSBB.

Hasilnya menunjukkan bahwa pemerintah daerah yang menerapkan PSBB telah merasakan manfaatnya. .

Ini dapat ditunjukkan dengan penurunan jumlah Covid-19 kasus per hari.