Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-DPRD DKI telah sepakat untuk menyesuaikan target anggaran 2020 karena virus korona. Jumlah yang disepakati untuk dikurangi adalah 46,35% lebih rendah dari target semula yaitu 87,95 triliun rupiah.

Karena itu, target anggaran daerah DKI baru tidak melebihi US $ 47,18 triliun, atau 53,65%.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dewan melaporkan dan membahas penyesuaian ini. Komite Regional Jakarta (DPRD) kemarin (5/5/2020).

Baca: PANRB Department melakukan tes Covid-19 cepat untuk karyawan dan jurnalis

Hasil pendapatan lokal domestik (PAD) adalah 57,561 miliar rupiah akan berkurang menjadi 26,642 miliar rupiah hanya 45,91% dari target semula.

Mohamad Taufik, DPRD (Bangladesh), Wakil Presiden Biro Anggaran DKI mengatakan bahwa penyesuaian angka masih dianggap realistis.

Karena pemerintah provinsi mengatakan bahwa DKI akan mengembangkan strategi untuk mengatasi pendapat kelompok rentan. “Saya pikir rasionalisasi ini masih angka optimis. Ada sesuatu yang bisa dimaksimalkan,” kata Taufik dalam konfirmasi, Rabu (2020/05/06). — Baca: Menteri Perhubungan menyetujui lebih banyak transportasi, Yunarto Wijaya: Bagaimana membedakan tujuan pengembalian?

Presiden TAPD DKI Saefullah menjelaskan bahwa untuk mencapai target pendapatan, target fiskal tertentu memang akan santai secara finansial. “Untuk PBB, diharapkan jika orang membayar pajak pada Mei, tarif pajak akan berkurang 50%.” Jika mereka membayar pajak pada Juni, tarif pajak akan berkurang 30%, dan Juli akan berkurang 20%, “katanya.

Baca: PKS: Ini iming-iming dan berbahaya, pemerintah berwenang mengembalikan moda transportasi ke layanan

Menurut dokumen yang diterima oleh Tribunnews.com, salah satunya – satu-satunya pajak yang masih berlaku adalah pajak rokok.