TRIBUNNEWS.COM-Rusia memiliki kasus infeksi tinggi dan puncak infeksi, tetapi jumlah kematian Covid-19 tergolong sangat rendah.

Fakta ini telah menyebabkan orang mempertanyakan kebenaran laporan statistik Kremlin. — Tetapi pada hari Rabu (14/5/2020), pemerintah Moskow melakukan serangan balasan dengan menyangkal bahwa angka mereka benar. Menurut Al Jazeera, ia meninggal karena penyakit lain pada bulan April.

Baca: Selama masa puncaknya, Rusia meningkatkan kepemilikan emas dan cadangan devisa

Baca: Selama pandemi, industri penerbangan Rusia dapat merangsang kelangsungan hidup 316 juta dolar AS – 2.212 orang meninggal akibat virus korona di Rusia, Moskow mewakili 1.232.

Sejauh yang kita tahu, ibukota Moskow memang merupakan pusat penyebaran Covid-19 di negara Soviet yang hancur ini.

Pada saat yang sama, menurut pengamatan Tribunnews, pada hari Jumat, angka kematian Rusia mencapai 2305. Moskow mengklaim bahwa perlakuan Rusia terhadap kematian Covid-19 berbeda dengan negara lain. Dia mengatakan bahwa setiap kematian yang dicurigai terkait dengan Covid-19 akan menjalani otopsi.

“Oleh karena itu, diagnosis otopsi dan penyebab kematian yang dicatat di Moskow pada akhirnya sangat akurat, dan data kematian lengkap dan transparan,” katanya.