Jakarta-TRIBUNNEWS.COM-Reporter tribunnews.com melaporkan bahwa Arifin, direktur PP Satpol Jakarta, mengatakan Idul Fitri pertama dan kedua di PSBB menindak lima lokasi bisnis dan 121 pelaku individu. Sanksi diterapkan dengan berbagai cara. Dari 36 kecaman tertulis, 37 denda administrasi dan 53 sanksi terhadap pekerjaan sosial.

Sanksi di tempat komersial tidak lagi menerima peringatan tertulis, tetapi secara langsung dikenakan denda administratif.

Dalam dua hari terakhir, Satpol PP secara aktif melamar kemarin dan dikenakan denda 5,7 juta rupee.

Bacaan: pusat perbelanjaan DKI di Jakarta akan dibuka kembali pada 5 Juni, dan wilayah Indonesia Raya akan dimulai pada 8 Juni

“Di tempat bisnis, kami tidak lagi mengeluarkan peringatan tertulis, dan Itu dalam bentuk denda administrasi, dan dalam dua hari, koleksi PSBB untuk Idul Fitri 5,7 juta rupee diawasi, “kata Arifin dalam sebuah pernyataan pada Selasa (26/5/2020). -Meskipun penjahat individu dikenakan sanksi sosial. Penjahat -Kebanyakan tidak memakai topeng di tanah Uganda. -Tapi saat start-up kemarin, satu orang tidak pernah mengenakan topeng yang bertanggung jawab kepada administrasi. Denda 100.000 rupee.

Baca: Cara mengelola SIKM online, yang penting adalah untuk dapat melakukan perjalanan ke wilayah DKI Jakarta

Dia tidak mau menjatuhkan sanksi sosial dan memilih untuk membayar denda. Dia berkata: “Orang-orang yang bersangkutan tidak ingin menjatuhkan sanksi sosial, oleh karena itu, denda administrasi 100.000 rupee akan dikenakan.” Non-tunai. -Semua denda otomatis dikaitkan dengan Kementerian Keuangan regional. – “Semua denda administratif masuk ke Kementerian Keuangan”.