Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketika DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tidak lebih dari 5 orang diperbolehkan.

“Jika PSBB tidak memungkinkan, orang dengan lebih dari 5 orang harus berpartisipasi dalam acara tersebut. Anies Baswedan, Gubernur Jakarta, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di Kompas TV pada Selasa, 4 Juli 2020, bahwa Selain ruang maksimum hingga 5 orang, tidak lebih dari 5 orang diperbolehkan. Menurut Anies Baswedan, langkah tegas akan diambil untuk warga yang telah berkumpul selama lebih dari 5 tahun.

Baca: Pemerintah provinsi DKI akan mulai dari Kamis ini Kebutuhan dasar keluarga miskin dan rentan untuk dibagikan – Membaca: Mengenai persyaratan PSBB, Anies: Larangan pernikahan, tetapi dilarang memasuki KUA, penerimaan telah dihapuskan – Bacaan: DPP PKB membagikan karton beras dan pembersih tangan dengan pengemudi’Ojol – –Baca: 8 PSBB diimplementasikan di DKI Jakarta – “Kami akan mengambil tindakan tegas, jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta. TNI, Poli akan melakukan kegiatan penegakan hukum, “katanya. Anies Baswedan berharap peraturan PSBB akan dihormati.

Selain itu, Anies Baswedan mengatakan bahwa untuk mengawasi pelaksanaan PSBB, pemerintah provinsi DKI Jakarta telah melakukan patroli bersama dengan TNI dan Polri Kegiatan patroli .

“Ini bukan untuk kepentingan siapa pun. Untuk kepentingan bersama kita, jika kita mematuhi Insya Allah, kita dapat mengendalikan penyebaran virus Covid-19. “Dia mengatakan: -Manfaat mengembangkan PSBB-Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah yang mengelola Covid-19, mengungkapkan manfaat dari penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Ini terutama benar Yuri menyampaikan dalam pernyataannya kepada Graha BNPB di Jakarta pada Selasa (4/7/2020).