TRIBUNNEWS.COM-Badarudin, kepala desa Talunombo di kabupaten Sapuran, Badarudin, kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah, sekali lagi menjadi populer di jejaring sosial.

Sebelumnya, Badarudin jatuh sakit setelah membayar gaji untuk mengobati virus corona atau penyakit Covid-19. Melalui video berdurasi hampir satu menit ini, Badaluddin menyatakan bahwa ia akan menyumbangkan tanah pribadinya atau tanah itu untuk pemakaman korban virus korona.

Di negaranya, Badarudin menggunakan kemeja putih dan celana pendek untuk mengatakan bahwa kekhawatirannya terkait dengan tubuh banyak pasien Covid-19 yang ditolak “ketika saya akan dikuburkan.” Saya Badarudin, Fakta telah membuktikan bahwa saya adalah kepala desa dari desa Tarombo. Saya sangat sedih mendengar bahwa koran cetak atau media sosial, banyak warga atau staf medis memberikan informasi tentang korban virus korona, “akun Instagram Badarudin @ ndorobei.-kata dalam video yang diunggah-” Begitu banyak orang menolaknya Pemakamannya, dia menjelaskan.

Baca: Orang tua molekul virus memaksa anak-anak mereka untuk menjadi dokter, Psi penggiat memberikan nasihat untuk perawatan anak

Baca: Istana Bogor penyerbu video fakta viral dari sembilan penyakit dasar kebutuhan Jokowi, ini untuk istana Klarifikasi-Mengingat keadaan ini, Badaluddin dibawa untuk menyumbangkan tanah yang diklaimnya sebagai tempat pemakaman tubuhnya untuk 19 pasien Covid. Luas wilayahnya sekitar 2.500 meter.

“Saya, Badaluddin, memiliki tanah kecil sekitar 2.500 meter,” kata Badaluddin. Ditolak oleh warganegaranya C dan dapat dimakamkan di tanah saya secara gratis, “lanjutnya.