Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua pertemuan kesembilan Komite DPR Melkiades Laka Lena menekankan peran perawat dalam pembentukan sistem kesehatan nasional. Menurut Melki, perawat memainkan peran penting karena mereka adalah pelopor dalam memenuhi langsung kebutuhan masyarakat di sektor kesehatan. -Bagikan ini di webinar pada Sabtu (4/7/2020) yang disebut “Dukungan Parlemen: Regulasi dan Kebijakan Penguatan Layanan Perawatan dan Kesejahteraan Perawat dalam Sistem Kesehatan Nasional”.

Baca: Kisah 190 pasien koroner Makassar Rawat saja dokter, dibantu oleh 3 perawat, tanpa insentif

“Perawat dan dokter, terutama perawat, bermain Ini adalah peran yang penting, karena pasien ini harus lebih memperhatikan untuk menghubungi perawat dengan petugas kesehatan lain daripada dokter dan bidan di apotek.Tapi yang paling penting adalah perawat harus menghubungi pasien terkait dengan kebutuhan pasien atau masyarakat setiap hari. Berbagai masalah, apakah itu kesehatan atau sakit, “politisi Melki (Golkar) menjelaskan, menurut data BPPSDM dari Kementerian Kesehatan (per 31 Desember 2019), India Jumlah total perawat adalah 376.136 .

Namun, jumlah ini masih hilang dengan mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). – Angka keperawatan nasional adalah 113,4 perawat per 100.000 penduduk. -Ini jauh dari standar Organisasi Kesehatan Dunia, idealnya 180 perawat per 100.000 penduduk. -Melki menjelaskan bahwa dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 8 provinsi yang gagal memenuhi standar WHO, yaitu Jakarta, Timor Timur, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Diaz, Maluku, Sulawesi Utara. Rawisi, Bengkulu dan Jamby. Melki mengatakan bahwa provinsi dengan persentase perawat terendah di provinsi ini adalah Lampung, dengan 48,9 perawat per 100.000 penduduk.