Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kepala tim ahli yang bertanggung jawab untuk mempercepat manajemen Covid-19 Wiku Adi Sasmito mengakui bahwa data yang semakin terbuka terkait dengan mahkota tidak bisa langsung sempurna. “Yang harus kami jelaskan adalah bahwa lebih banyak data terbuka tidak langsung berarti kesempurnaan,” kata Wiku di kantor BNPB di Jakarta, Senin (27 Juni 2020).

Baca: Tribunnews dan Cardinal Hand menyediakan lebih dari 3.000 topeng bantuan di Kodam Jaya untuk tentara yang menentang Covid-19

Wiku mengatakan bahwa ini disebabkan oleh sejumlah besar masalah komunikasi di Indonesia

penyediaan data kelembagaan Kerja sama antara departemen dan lembaga juga menjadi tantangan tersendiri – meskipun Vyku mengatakan partainya terus meningkatkan kerja sama antar lembaga untuk menyediakan data transparan.

“Karena masalah besar di Indonesia, masalah komunikasi, dan kerja sama lintas-departemen, itu selalu menjadi tantangan kami. Namun, kerja sama ini telah diperkuat hari demi hari, sehingga kualitas data juga telah ditingkatkan,” kata Wiku.

Baca: Tekanan waktu Dian Sastro pada WFH dan pengasuhan anak belum terselesaikan

Sebelumnya, Presiden Sado’s Widodo (Jokovy) meminta stafnya untuk menampilkan data virus koroner atau Covid-19 Lebih transparan kepada publik. -Jokowi membutuhkan akses ke informasi terbuka terintegrasi terkait dengan data pasien selama pandemi Covid-19.

Dia juga meminta semua departemen dan lembaga pemerintah untuk mengintegrasikan data mereka dan bekerja sama dengan cluster untuk mempercepat tugas memproses Covid-19 .

Presiden Jokovi diadakan di Istana Medica di Jakarta pada Senin (13/4/2020) Ini diungkapkan melalui konferensi video di konferensi video. –Baca: Skor TVRI telah meningkat sejak rencana pembelajaran di rumah dikeluarkan – “Saya meminta semua departemen untuk secara efektif mengintegrasikan informasi ini ke dalam kelompok kerja,” kata Chokovy.