Reporter Tribunnews.com Laporan Reza Deni-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Rita Rogayah (Rita Rogayah) Direktur Jenderal Rumah Sakit Persia Persahabatan Tengah (RSPU) timur Jakarta berbicara tentang beberapa laporan staf medis atau perawat. Digusur dari pensiun keluarga karena merawat virus koroner atau pasien Covid-19.

Menurut Rita Rogayah, ini tidak sepenuhnya benar.

“Rita mengatakan dalam sebuah video yang dikirim oleh Rumah Sakit Persahabatan:” Perawat di dekat kita berpikir lingkungan tidak baik untuk kelangsungan hidup mereka. “Rabu (2020/25/25) .- Membaca: Banyak apartemen hotel menyediakan tempat bagi perawat untuk meninggalkan rumah mereka – Rita mengatakan bahwa perawat yang dilengkapi dengan peralatan ini tidak perlu berurusan dengan Covid -19 Alat Pelindung Diri (APD) untuk pasien.

“Dengan berita ini, kami telah menyediakan banyak bantuan dan dukungan untuk perawat ini. Pokoknya, terima kasih, tetapi nyatanya, mereka masih bisa tinggal di pensiun keluarga, “katanya. Rumah sakit tersebut telah menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk perawatan coronavirus (COVID-10), tetapi di sekitar tempat tinggal mereka Masyarakat menerima perlakuan yang tidak menyenangkan. Harif Fadhillah, presiden Asosiasi Perawat Nasional Indonesia, menjelaskan bahwa beberapa perawat dan petugas kesehatan diusir dari sekolah asrama, karena khawatir virus itu akan menyebar, Harif mengatakan pada hari Selasa 24 Tribunnews.com: “Meskipun perawat tidak menangani COVID-19, mereka tahu bahwa COVID-19 Rumah Sakit Persahabatan Rujukan Nasional, jadi mereka tidak bekerja di ruang isolasi, tetapi diminta untuk tidak pergi ke sana.” / 3/2020) .—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— Adopsi perawat akan ditetapkan mulai 2 Maret 2020 (Minggu).