Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua konferensi pers Muhammad Nuh mengatakan bahwa banyak media melaporkan hal-hal positif selama korona atau pandemi Covid-19. Laporan media tentang rehabilitasi pasien Covid-19.

Nuh mengatakan pada audiensi virtual yang diadakan dengan Komite Pertama Parlemen Indonesia: “Tema rehabilitasi pasien telah menjadi prioritas utama, dengan tidak kurang dari 457 laporan” Senin (20/4/2020) .

Menurutnya, data menunjukkan bahwa media telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Untuk memungkinkan komunitas pulih dari virus, komunitas ini penuh percaya diri dan optimisme.

Baca: Kementerian Perhubungan: Peraturan menteri tentang larangan pengembalian sudah siap

“Dia mengatakan bahwa untuk membuat publik optimis, itu dapat disembuhkan. Tetapi pada saat yang sama tidak dapat diremehkan.”

Selain itu, media juga mengusulkan banyak tema lainnya. Di antara langkah-langkah lain, penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB), larangan memasuki rumah, beribadah di rumah, pengawasan online ojek, pengangguran / pemberhentian (PHK), ujian nasional / studi rumah dan kartu kerja. –Baca: Pengadilan Isbat akan diadakan pada tanggal 23 April 2020 untuk menetapkan Ramadhan 1441 Hijriah

– Di sisi lain, Nuh mengatakan bahwa berita itu negatif, atau bahwa kritik terhadap laporan media harus Menyalahkan-terutama jika objek laporan berisi kekurangan atau kesenjangan, itu harus dikritik. Apalagi dalam situasi saat ini melawan pemerintah.

Namun, media selalu diundang untuk melaporkan semua isi Kode Etik Berita dan UU Berita 40/1999.

“Misi pers profesional memang untuk mengkritik” administrasi pemerintah dan pelayanan publik. ” Kritik dalam pers adalah kekuatan pendorong bagi pemerintah untuk lebih serius dan berhati-hati ketika berhadapan dengan pandemi Covid-19, “katanya.