Reporter Tribunnews.com, laporan Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Bali Corona atau pemimpin tim studi kasus Covid-19 Ni Ni Nyoman Sri Budayanti mengungkapkan bahwa sampel verifikasi cepat adalah untuk berurusan dengan Covid-God Island 19 “Tidak.” “Fakta telah membuktikan bahwa ini sangat membantu teman untuk mengesampingkan kasus mereka. Oleh karena itu, kita dapat dengan cepat menemukan sisi positif karena kita tahu bahwa konsep salah satu manipulasi Covid-19 adalah 3t: pengujian, perawatan dan tindak lanjut, “kata Sri dalam panggilan konferensi di kantor BNPB di Jakarta pada Selasa (5/5/5) Mengatakan hal di atas.

Baca: Bamsoet mendorong pemerintah untuk memberikan beasiswa profesional untuk dokter-dokter muda – Dengan pesatnya perkembangan teknologi PCR real-time, Sri mengatakan bahwa orang-orang yang positif untuk otopsi dapat dengan cepat diobati. Kontak orang terdekat .

“Kerja sama dengan Kelompok Kerja Bali sangat kompak dan sangat baik. Ini memungkinkan kami untuk bekerja sama dengan baik dan cepat. ā€¯Inilah yang dikatakan petugas laboratorium Sri di Rumah Sakit Sanglah ketika ia mengembangkan PCR real-time dalam waktu 24 jam, dan sudah ada hasilnya.

Ini Membuktikan tingkat pemulihan pasien Covid-19 di provinsi ini. Bali mencapai 58,67%, dan tingkat fatalitas kasus (CFR) dari semua kasus adalah 1,47%.

Bahkan, karena Covid-19, tingkat penyembuhan dan CFR provinsi Bali Persentasenya jauh lebih tinggi daripada angka kesembuhan nasional dan angka kematian, masing-masing 16,86% dan 7,45%.