Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Covid gawat darurat 19 Wisma Atlet Pasien koronavirus yang dirawat Kemayoran telah diminta untuk melaporkan kondisi mereka setiap dua jam. Katakan ini dilakukan oleh aplikasi dari Departemen Kesehatan, yang berisi penilaian sendiri.

“Setiap dua jam, mereka akan melaporkan status mereka melalui aplikasi yang ada. Aplikasi ini berisi penilaian sehingga pasien dapat melaporkan keluhan mereka di aplikasi ponsel (HP) mereka.” Argonne di Zhou Five (27 Maret 2020) mengatakan pada konferensi pers Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Pusat.

Membaca: Selain perumahan yang layak, pemerintah provinsi DKI juga menyediakan pasokan susu untuk tenaga medis

Agung mengatakan partainya juga membentuk grup obrolan dengan pasien dan perawat di setiap lantai.

Kami berharap tim dapat membantu komunikasi antara pasien dan perawat bila perlu. Ada beberapa hal atau keluhan tentang kondisi tertentu.

Namun, jika pasien merasa kuat dalam berjalan di kamar perawat dan berjalan sendirian, ini bukan masalah bagi Agung.

Baca: Kementerian Agama mengizinkan sekolah untuk mencegah mahkota dengan dana BOS dan BOP — “Kami telah membentuk tim dengan perawat dan pasien di setiap lantai di setiap lantai. “Anda bisa lulus kelompok,” katanya. Dia menambahkan: “Jika ada keluhan, perawat akan mendekati pasien ke ruang pemeriksaan. Setelah pemeriksaan disiapkan oleh perawat, perawat akan memanggil dokter di unit gawat darurat.” Dia mengatakan bahwa dokter yang bertugas di lantai pertama atau kedua akan pergi ke ruang pemeriksaan di lantai pasien.

Namun, jika pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa ia perlu dikonsultasikan lebih lanjut, spesialis akan pergi ke ruang pemeriksaan.

“Lalu, jika perawatan lebih lanjut diperlukan, kami akan mengirimkannya ke area perawatan di lantai dua. Jika pasien tidak dapat menerima perawatan di sini, kami akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih komprehensif,” ia mengumumkan.