JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Sesuai dengan “Roadmap Nasional Vaksinasi Covid-19”, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk memberikan vaksinasi bertahap gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pada tahap kedua, vaksinasi terhadap Covid-19 adalah prioritas utama. Berlaku untuk pejabat, termasuk pendidik dan pendidik (PTK).

Di PTK, dari PTK ke PAUD / RA / sederajat, SD / MI / sederajat dan SLB, tingkat vaksinasi Covid-19 dilakukan di PTK. Adapun jenjang PTK adalah SMP / MT / sederajat, SMA / MA / sederajat dan SMK. Langkah terakhir adalah memberikan vaksin kepada PTK di jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau sederajat.

Baca juga: Vaksin Covid-19 di pasar Tanah Abang diduga disalahgunakan, dan mediator menjelaskan alasannya — “Nanti CEO menyebutkan vaksin Covid-19, dan akan gratis dan bertahap Gratis kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk vaksin untuk mahasiswa, ”kata Menteri Pendidikan Tinggi (Dirjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Profesor Nizam, Jakarta, Minggu (7/3/2021).

Sejak tahap pertama vaksinasi, pelajar telah divaksinasi Covid-19, yaitu mahasiswa kedokteran yang telah mengenyam pendidikan dan praktik di pos rujukan rumah sakit Covid-19 telah divaksinasi.

“Kemendikbud terus mengoordinasikan pengumuman Nizam akan memberikan layanan imunisasi kepada warga sektor pendidikan dengan Kementerian Kesehatan.

Lihat juga: Rencana perluasan PPKM ke DKI, wakil direktur kerja sama dengan pemerintah pusat Gubernur Ariza berkoordinasi dengan tim Covid-19

Terkait persiapan pembelajaran tatap muka (PTM), mulai Januari 2021, Dikti dapat mengesahkan pertemuan tatap muka. pendidikan sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri (SKB) di bawah perjanjian kesehatan Dan Menteri Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. Keputusan Menteri yang dikeluarkan pada November 2020 menetapkan bahwa pejabat pendidikan tinggi dapat mengesahkan kegiatan kemahasiswaan di kampus jika sesuai dengan ketentuan kesehatan dan kebijakan Ditjen Dikti. jelas Nizam (Nizam) .

— Kebijakan di atas tertuang dalam “Pengumuman Administrasi Umum Dikti” “No. 6 Tahun 2020, menyangkut pembelajaran dalam satu semester di sekolah 2020/2021 year .: Diperlukan uji serologis pasca vaksinasi kuantitatif untuk Covid 19- “Sebelum datangnya vaksinasi Covid-19 secara nasional, Dorong manajemen sektor pendidikan untuk mempercepat pembelajaran tatap muka berdasarkan kondisi berikut: Dia mengumumkan.

Ia juga menegaskan tidak ada kesalahpahaman kapan kampus dan sekolah bisa dibuka kembali secara terbatas. Vaksinasi Covid-19 dapat mempercepat persiapan pembelajaran tatap muka di lingkungan pendidikan tinggi. Saya berharap semua warga perguruan tinggi bisa sabar menunggu dan terus mendukung program vaksinasi ini, ”tandasnya.