Laporan Reporter Tribunnews.com Rina Ayu-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah harus membuat kemajuan dan data tentang vaksin Covid-19 yang sudah ada sejak pertengahan Januari 2021 itu sudah berlangsung. Redaksi Tri Agung Kristanto mengimbau pemerintah untuk rutin melapor kepada publik agar masyarakat bisa memahami dan memahami kelancaran kemajuan rencana nasional ini. Kemajuan dalam vaksinasi melawan Covid-19. Ini seperti melaporkan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi setiap hari, “kata Tri.” Dalam diskusi virtual tentang vaksinasi Covid-19, perubahan perilaku dan penyebaran informasi, “Jumat (22/1/2021). Baca: Video Virus Covid RS Dompu -19 pasien di ruang isolasi yang diduga petugas kepolisian -Selain itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga meminta pemerintah membeberkan data tentang penerima Covid-19.Ada 19 vaksin di kawasan itu. -Sejauh ini, menurut dia , data ini masih di tangan pemerintah pusat sehingga sulit bagi pemerintah daerah untuk mengetahui apakah sudah siap. Cuma para pemberi vaksinasi.

“Datanya masih dalam kewenangan pusat, jadi saya tidak Tidak tahu siapa yang tidak memilikinya. vaksinasi. Dalam penyampaian data vaksinasi ke kecamatan secara desentralisasi, orang yang sering disapa Kang Emil ini mengatakan bahwa masyarakat sangat sadar akan apa yang buruk dan apa yang tidak.

Baca juga: Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kedisiplinan perjanjian K3 untuk mencegah penggunaan Covid-19 di kantor – Di Jawa Barat, menurut data pemerintah pusat, terdapat 19.000 orang yang divaksinasi Covid-19 tahap pertama, namun sejauh ini hanya ada 4.000 kategori obat, pertama karena tekanan darah melebihi 140, dia tidak bisa divaksinasi, katanya, dan yang kedua karena dia tidak datang. “- Tujuan pemerintah memvaksinasi petugas kesehatan pada 2 Februari 021