TRIBUNNEWS. Jakarta COM-Presiden Jokowi meminta anggota kabinetnya melakukan karantina terbatas kecil atau RT / RW untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (Muhadjir Effendy) mengumumkan bahwa instruksi Presiden bersifat teknis sedang diselesaikan.

Nantinya, menurutnya, RT / RW dan warga akan disahkan sebagai informan bagi petugas epidemiologi. Saat dihubungi pada Jumat (29 Januari 2021), Mukhadji mengatakan: “Bantu proses isolasi tingkat RT dan RW untuk mencapai isolasi diri.”

Jika ya, maka proses isolasi RT dan isolasi diri / tingkat RW tidak dilibatkan, sehingga menurut definisi Muhadjir, sentra akan disebut lighting care center dan isolation center. Katanya: Untuk yang parah dan parah akan segera dirujuk ke RS. Lihat juga: Menteri Koordinator PMK: Tidak ada aturan karantina di jalan di kawasan karantina RT / RW-menurut Muhadjir, RT / RW Tingkat kebijakan karantina membuat hotel dan wisma yang ditangani oleh Covid -19 menjadi plan kedua atau plan b, sedangkan pada level yang lebih kecil tidak tunduk pada manipulasi manusia. kita. Untuk memastikan para pebisnis di industri perhotelan tetap bisa bernafas lega. Ia menyimpulkan pengelolaan tersangka Covid itu mudah dan bisa langsung dikirim ke tempat ini. -Sebelumnya, Muhagir mengatakan, Presiden telah meminta kepada Kabinet untuk mengubah strategi penanganan Covid -19. Isolasi miniatur, atau RT. / RW.

Muhajidi Rabu (27/1/2021). -Direktif tersebut adalah tanggapan terhadap lebih dari satu juta kasus Covid-19.

Muhadjir mengatakan, teknologi isolasi terbatas masih dibahas. Tindakan karantina skala kecil terbatas memisahkan penduduk yang HIV-positif untuk Covid-19 dari penduduk lain. -Bahkan, Presiden memerintahkan pembentukan zona karantina terbatas kemudian karantina mandiri.Jika tidak memungkinkan, karantina kolektif terpusat harus dilakukan.