Dilansir dari Tribunnews.com reporter Rina Ayu-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Usai menerima dosis pertama vaksinasi Covid-19, target penerima harus terus menentukan dosis kedua, terutama pada kelompok non-lansia dengan selang waktu 14 hari. Dan orang tua selama 28 hari.

Para ahli menyarankan bahwa ada alasan mengapa dosis kedua tidak boleh ditunda terlalu lama.

Dikutip dari DW Indonesia Kamis (25/2/2021), vaksinasi kedua diperlukan karena ibarat roket pendorong yang mampu merangsang kekebalan lebih kuat.

Khawatir Dosis lambat kedua vaksin Covid-19 boleh saja-lihat juga: Anggota DPR PKS segera desak pembentukan Pokja KIPI setelah diharapkan ada tindak lanjut setelah vaksinasi-lihat juga: Presiden Harapan Vaksinasi pelapor akan memberikan perlindungan di bidang ini

” Kemungkinan perubahan waktu pemberian dua vaksin virus corona ini akan meningkatkan mutasi virus tersebut, ”kata Peneliti Vaksin Icahn Flo Florian Krammer. Sekolah Kedokteran New York pada konferensi pers di Center for Science Media (SMC). Profesor MTropPaed dari Perkumpulan Pasca Imunisasi (KIPI) menjelaskan bahwa Hindra Irawan Satari, Spa (K), akan mengembangkan kekebalan maksimal dalam waktu 28 hari setelah suntikan kedua. “, katanya barusan. — Dia menambahkan bahwa vaksin Covid-19 membutuhkan dosis suntikan dua kali lipat. Pada saat yang sama, suntikan kedua dirancang untuk memperkuat respon imun yang terbentuk.

“ Jadi setelah imunisasi Anda harus selalu jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jauhi keramaian, karena selalu rawan, dan bila kita tidak hati-hati tidak akan terjadi sesuatu. Kami menginginkannya, “jelasnya.