Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah mencanangkan program vaksinasi Covid-19, dan gotong royong harus bersumber dari data yang sama.

Pada Senin (1/3/2021), saat webinar Forum Data Indonesia Pusat 2021, Fajrin Rasyid, Direktur Digital PT Telkom, menyampaikan hal tersebut. Karena itu, kami akan fokus pada orang-orang tertentu, seperti yang sudah divaksinasi dengan gotong royong, tidak perlu lagi menjadi sasaran vaksinasi pemerintah (data), ”kata Fajlin. Kalau ada data milik pemerintah, bisa jadi. Menghindari kejadian berulang, serta dapat mentransfer kuota vaksin yang semula diperoleh dari pemerintah kepada pihak lain, karena telah tergabung dalam peserta vaksin bekerjasama satu sama lain. Fajrin mengatakan, implementasi data juga dapat memetakan ketersediaan dan permintaan vaksin– – Oleh karena itu, jika Anda mengetahui kebutuhan vaksinasi di suatu daerah, maka vaksin akan dikirim ke daerah atau kota tersebut daripada di vaksinasi. — Silakan lihat juga: Pemerintah sedang menyelenggarakan vaksinasi on-the-vehicle di Bali, ini adalah informasi- — “Dengan cara ini, penawaran dan permintaan dapat disamakan. Kata Rasyid.

Rasyid juga menyampaikan bahwa fungsi data Indonesia bisa digunakan untuk melacak realisasi terkini hasil imunisasi jumlah tayangan.

“Katanya:” Kita juga sedang mengembangkan dashboard, kemungkinan dari KPCPEN, Sekretariat Negara Beberapa bapak ibu di instansi lain sudah bisa mengakses dashboard dari hasil vaksinasi, ”jelasnya.