TRIBUNNEWS.COM-Di Brasil, efektivitas vaksin Covid-19 Sinovac turun hingga 50,4%.

Angka ini lebih rendah dari yang sebelumnya. Yang terakhir menunjukkan keefektifan vaksin Sinovac berdasarkan hasil uji klinis. Menurut Penny K Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM), Sinovac Brasil vaksin memiliki tingkat efektif 78%, sedangkan vaksin Brazil Simbach memiliki izin penggunaan darurat (EuA). Vaksin tersebut dirilis di Indonesia pada Senin.

Seperti dikutip BBC.com, Rabu (13/1/2021), semula pekan lalu, peneliti dari Butantan Institute di Brasil mengumumkan efektivitas vaksin Sinovac China terhadap influenza ringan atau sedang adalah 78%. Kasus parah Covid-19.

Namun, pada hari Selasa atau keesokan harinya ketika BPOM RI mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac di Indonesia, peneliti di Aim Institute kemarin menemukan bahwa khasiat yang dihitung sebesar 78% belum termasuk data dari grou yang tidak memerlukan bantuan klinis Infeksi yang sangat ringan.

Lihat juga: Sosok dokter Abdul Muthalib yang menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac ke tubuh Presiden Jokowi

Setelah memasukkan data kelompok vaksinasi untuk kategori infeksi sangat ringan, kata peneliti, Sinovac Efektivitas vaksin mencapai 50,4%.

Namun, peneliti Butantan menunjukkan bahwa vaksin Sinovac 78% efektif dalam mencegah kasus ringan. Kepala BPOM menyatakan vaksin Covid-19 yang membutuhkan pengobatan 100% efektif mencegah kasus Covid-19 yang parah.

Kepala BPOM mengatakan vaksin Sinocav segera dirilis pada konferensi pers yang diadakan pada hari Senin. Hasil uji klinis fase 3 Bandung menunjukkan efektivitas vaksin sinovial sebesar 65,3%.

Selain di Indonesia, Brazil dan Turki juga telah melakukan uji klinis fase 3, dimana efikasi vaksin Sinovac di Turki adalah 91,25%, sedangkan Brazil menyumbang 78%.

Baca juga: Sinovac, Presiden Kamar Dagang, vaksinasi Covid-19: Tidak ada keluhan, tidak lebih dari 5 menit t

Brasil sendiri saat ini berada di peringkat ketiga jumlah kotak korona di dunia.