Jakarta TRIBUNNEWS.COM, Reporter Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS telah memperbarui data obat yang digunakan untuk mengobati pasien Covid-19. — Chloroquine phosphate dan cycloquine hydrogen phosphate tidak lagi digunakan sebagai obat Covid-19.

Dra Togi J Hutadjulu Apt MHA, Plt. Asisten Bidang Narkoba, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM menjelaskan bahwa Klorokuin obat dalam perkembangan klinis global terkait penelitian keselamatan dan pemantauan BPOM Kesimpulannya adalah risiko kejadian kardiovaskular dan risiko obat lebih besar daripada manfaatnya. Togi mengatakan pada acara virtual BPOM pada Kamis (3 Desember 2020): “Karena itulah, BPOM mencabut EUA (Emergency Use Authorization atau Emergency Use Authorization) obat CoA-19 pada awal November.” Li, Begitulah , lopinavir dan ritonavir digunakan sebagai obat antivirus.

Baca juga: Ringkasan berita: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dinyatakan positif Covid-19

Ia mengatakan bahwa bukti ilmiah yang ada menunjukkan bahwa pengurangan Covid-19 belum jelas manfaatnya. Hasil peningkatan yang dipercepat dalam kematian dan gejala Covid-19 dibandingkan dengan terapi standar lainnya.

“Ketersediaan obat ini penting untuk indikasi utama (yaitu HIV AIDS),” ujarnya. 19 pasien yang saat ini digunakan akan ditambahkan sebagai berikut:

Antiviral