Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta-Pemerintah mengeluarkan banyak ketentuan baru untuk penanganan Covid-19.

Wiku Adisasmito, juru bicara Covid-19 Treatment Working Group, mengatakan istilah tersebut dikembangkan sesuai dengan SK HK.01.07. Menkes / Menteri Kesehatan 413/2020. – “Memang ada beberapa kasus yang dapat dipahami oleh masyarakat, karena beberapa kasus menggunakan bahasa Inggris, yang mungkin menuntut masyarakat dan pemimpin daerah untuk lebih memahami agar tidak melakukan kesalahan dalam pengelompokan usaha dan transaksi selanjutnya,” Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Kata Wiku. , Selasa (18 Agustus 2020).

Pertama-tama, menurut Wiku, kata mungkin adalah

. Dengan HAM-jelasnya yang dimaksud kasus tersebut bisa jadi seseorang menderita infeksi saluran pernapasan atas yang serius atau sindrom gangguan pernapasan akut. Biasanya ditandai dengan sesak napas akut atau kematian, dengan gambaran klinis jaringan Covid-19, tetapi belum diuji secara positif oleh PCR di laboratorium.

Kedua, menurut Wiku, kasus Suspek. Istilah pemerintah sebelumnya menggunakan pengawasan atau (PDP) pasien. -Kasus Suspek adalah orang dengan gejala demam dan penyakit pernafasan dan telah melakukan kontak dengan orang yang mungkin terkena Covid-19 selama 14 hari. –Baca: Wapres memperkenalkan pencapaian pemerintah dalam pembangunan nasional sebelum pandemi Covid-19