Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Panglima Komando Gabungan Pertahanan Daerah (Pangkogabwilhan) II TNI Marsdya Imran Baidirus mengingatkan, implementasi kesepakatan sanitasi harus diperkuat untuk mengimbangi peningkatan jumlah penumpang atau pengguna angkutan umum. -Memastikan pelaksanaan prosedur sanitasi akan mendorong pemulihan kegiatan ekonomi. — Karena itu, pihaknya akan terus memantau kegiatan lapangan di kawasan Wilhan II.

Imran Baidirus membenarkan pernyataan tersebut usai melanjutkan pengawasan di Jakarta, Senin (31/8/2020). Kesepakatan sanitasi tiga hari dilaksanakan di Stasiun Surabaya Guben, Stasiun Medien, Stasiun Yogyakarta, dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) akhir pekan lalu. -Dari Jumat (28/8/2020) hingga Minggu, tiga hari dilakukan siluman dan pengawasan tanpa pengawasan (30 Agustus 2020).

Baca: Pangkogabwilhan II melaksanakan kesepakatan sanitasi Pengawasan diam-diam di tempat, kata AM Putut Prabantoro, pakar dari Imran Baidirus dan Menteri Perhubungan Cris Kuntadi, serta konsultan komunikasi publik.

Selain itu, Imran berterima kasih kepada pimpinan Kadaop PT KAI karena telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi penggunanya. Seperti yang dilakukan PT KAI, kontraktor angkutan umum khususnya darat dan laut diharapkan mampu menegakkan prosedur sanitasi yang ketat.

“Harus ada kerja sama yang kuat dan sadar antara pemilik kendaraan dan pengemudi untuk mematuhi peraturan kesehatan. Misalnya bus antarkota harus tetap memastikan bahwa calon penumpang yang mengemudi di tengah jalan juga telah menerapkan perjanjian keselamatan. Tentu saja bus Harus ada kerja sama lagi antara semua orang dengan pengemudi, ”kata Imran Baidirus. Sebelum pandemi, Imran Baidirus lebih lanjut menjelaskan bahwa jumlah penumpang yang harus meningkat setiap bulannya, yang mengharuskan penyelenggara atau pemilik untuk bekerja keras dan mempublikasikan penumpang. .