Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Riset dan Teknologi / Direktur Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengajak seluruh peneliti untuk berkolaborasi dalam riset dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Bambang mengatakan dengan Covid-19, setiap peneliti tidak boleh mengedepankan diri pribadi dan kelembagaan.

“Kalau boleh saya katakan berkah Covid-19 menyadarkan para peneliti untuk memecahkan dunia, masalah manusia, mereka harus bekerja keras di BPPT di Jakarta pada HUT BPPT (Senin, 24 Agustus 2020) HUT BPPT yang dilaksanakan di aula kantor gedung BJ Habibie berbunyi: “Tidak ada diri, organisasi, dan ilmu. “: Jokowi optimis bisa memproduksi 290 juta dosis vaksin Covid-19 merah-putih-ia mendorong lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan lembaga lain untuk bekerja sama selama pandemi Covid-19 hingga November. Bagi Bambang, Covid-19 itu sulit. Pekerjaan manajemen -19 telah menyadarkan semua pihak akan pentingnya kolaborasi.

“Musuhnya dulu, ini tidak terlihat, karena ini adalah virus, lalu tidak dikenali, jadi semua pihak tidak bisa dihindari Bumi akan merasakannya. Ketika semua orang merasa kita tahu bahwa jenius, seseorang tidak bisa menghadapi musuh seperti itu, “kata Bambang. -Bambang mencontohkan kerja sama yang berhasil antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian selama pandemi.

Dia sendiri mendorong Guna memenuhi kebutuhan inovatif menghadapi Covid-19, kerja sama tersebut terus dijaga.

“Kemudian mereka menggandeng instansi, terutama saat BPPT mengembangkan rapid test yang merupakan hasil kerja sama BPPT. Banbang menyimpulkan: “Dengan UGM, Unair dan perusahaan, bahkan dengan dunia bisnis, terutama dengan PT Hepatika Mataram,”. .