JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Munculnya cluster transmisi Covid 19 di kantor tersebut mendorong perseroan memberlakukan protokol sanitasi yang ketat-Patra Jasa melakukan salah satunya.

Semua departemen bisnis dan area proyek Patra Jasa menerapkan periode transisi tiga langkah, dengan tujuan meminimalkan kontak fisik dan interaksi di lokasi kerja.

“Kami sedang melaksanakan tiga (tiga) fase masa transisi dengan memperkuat fleksibilitas WFH dan WFO. Tujuannya untuk meminimalkan kontak fisik dan interaksi di tempat kerja. Hal ini untuk menghindari cluster baru Communication. Business units and project are, “Direktur Pemasaran dan Operasional PJ, Litt Ariesca (Litt Ariesca) PT Patra Jasa menerima keterangan di Tribun Jumat malam (8 Juli 2020). Mengatakan dalam.

Baca: Wiku mengharuskan orang untuk waspada. Kantor tersebut akan menjadi cluster Covid-19 baru – selain memenuhi kesepakatan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah, semua pekerja diwajibkan untuk melakukan quick test secara berkala.

Sebelum masuk ke tempat kerja, cari tahu lebih awal yaitu memeriksa suhu tubuh seluruh pekerja dan memakai pakaian pelindung. Masker dan sarung tangan. -Gunakan disinfektan untuk membersihkan tempat kerja. Dalam masa transisi ini, Patra Jasa juga mengadopsi sistem mobilitas tenaga kerja.

Pengawasan terhadap semua aktivitas bisnis tetap dilakukan oleh departemen HSSE pusat.

Baca: Setelah Menemukan 21 Pegawai Positif Covid-19, Kantor KPU RI Tinggal Sendiri

“Khusus di Wilayah Operasi Proyek, Sebelum Pekerja Masuk Wilayah Proyek, Harus Ada Cek suhu tubuh sendiri dan dapatkan informasi keselamatan terkait regulasi kesehatan dan keutuhan APD yang harus dipakai selama proyek. Selain itu, pekerja harus menjaga jarak dengan masyarakat dan mencuci tangan beberapa kali dalam sehari, ”kata Litta. .

Hasil inspeksi disipliner di semua departemen bisnis dan wilayah operasional, Patra Jasa disertifikasi telah memperoleh sertifikat keselamatan konstruksi sesuai dengan SOP baru (yaitu Clean, Health, Safety and Environment (CHSE)). Bagian HSSE dari perusahaan induk PT Pertamina (Persero) bertanggung jawab.

Baca: Guru dan siswa yang terkena gejala Covid 19 dilarang mengikuti pembelajaran tatap muka

Patra Jasa terus berupaya menjaga kesehatan, keselamatan, dan perlindungan seluruh pekerja, serta terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran serius Covid-19 . (Willy Widianto)