JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Mendesak Presiden Jokowi untuk terus melobi Raja Salman agar mengizinkan jemaah haji Indonesia meninggalkan umrah saat pandemi terjadi. Umrah tergolong kecil karena banyak negara melarang WNI masuk karena penyebaran Covid-19 tidak terkendali.

“Saya lihat kecil sekali, kami masuk dalam daftar yang diperbolehkan, apalagi 59 negara masih melarang warga kami masuk karena Covid-19. Lobi harus terus dilakukan. Presiden Yokowi pergi mengunjungi Raja Salman , ”ujarnya saat menghubunginya, Jumat (25 September 2020). Sebagian masyarakat khawatir akan menggunakan uang yang telah disetorkan menjadi penyelenggara Wisata Ibadah Umrah (PPIU). -Sebenarnya, dia diminta polisi menjelaskan untuk mencegah orang tertentu menggunakan uang jemaah. -Sekarang, banyak biro perjalanan yang tidak berpenghasilan selama enam bulan. Dia menjelaskan. Ia juga mengimbau agar PPIU tidak menjanjikan pemberangkatan apapun dari umrah kepada jamaah yang akan datang. Memang, kondisi dan keadaan seperti itu tidak akan membantu. Intinya, PPIU tidak boleh mentransfer uang yang banyak kepada orang yang tidak perlu meninggalkan umrah. Dia menjelaskan bahwa dalam kasus perjalanan pertama, itu akan dianggap sebagai bom waktu. Baca: Saya berharap Indonesia masuk dalam daftar negara yang diizinkan untuk melakukan pertunjukan putaran ini.Ini adalah usul Presiden MPR di pemerintahan.Menurut data Kementerian Agama RI, 34.000 jemaah Indonesia telah ditangkap akibat pandemi Covid-19. letakkan.

Nanti, jika izin Indonesia didapat, ribuan jemaah haji akan bisa meninggalkan Arab Saudi sebagai negara yang sudah didapat Indonesia lebih dulu.

Arab Saudi akan membuka kembali umrah untuk jamaah asing mulai 1 November. Pemilik asing dapat menampung hingga 100% atau 20.000 jamaah per hari. -Mengenai pembukaan, Arab Saudi menyatakan akan menerbitkan lisensi untuk “negara-negara tanpa risiko Covid -19” secara bertahap. -Meski begitu, Kementerian Kesehatan tidak menjelaskan detil standar tersebut.