Reporter Tribunnews Larasati Dyah Utami melaporkan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monado (Janiarta) TRIBUNNEWS.COM, mengatakan, risiko zonasi pilkada serentak cenderung menurun. Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, dalam 4 minggu terakhir, Duny mengatakan dibandingkan dengan wilayah yang tidak melaksanakan Pilkada, wilayah pelaksanaan Pilkada cenderung menurun. Dalam pelaksanaan Pilkada, kabupaten berisiko tinggi berkurang dari 45 kabupaten / kota menjadi 29 kabupaten / kota. Padahal di daerah yang tidak ada pilkada justru bertambah dari 25 kabupaten / kota menjadi 33 kabupaten / kota, ”kata Doni di Jakarta, Jumat (10 Februari 2020). Sangat bergantung pada ketaatan dan kepatuhan terhadap protokol sanitasi .

Ketua Pokja Covid-19 optimis jika aturan ini ditaati, pelaksanaan Pilkada 2020 akan berjalan lancar ke depan. Transisi musiman

” Jika mengikuti aturan yang ada, terlepas dari ketaatan atau ketaatan, pelanggar akan dihukum, dan kami yakin Pilkada akan tampil lebih baik. Katanya …

Dalam rapat analisis dan evaluasi (Anev) Pilkada serentak 2020, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Doni menjelaskan, di zona merah trennya sudah berkurang dari 45 menjadi 29 kabupaten / kota / Kota .

Untuk daerah jingga kecenderungannya dari 152 kabupaten / kota menjadi 190 kabupaten / kota, di kuning kecenderungan menurun dari 72 menjadi 67 kabupaten / kota, dan kecenderungan kawasan hijau menurun dari 40 menjadi 23 daerah / kota.

Baca: Anggota Parlemen PKS Minta BNPB Perluas Kampanye Tahan Bencana – Termasuk 270 Kota (9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota) dan “Tidak Ada Pertunjukan di Pilkada, Tapi Provinsi Mereka “Pirkada,” ucapnya. Jumlahnya bertambah dari 25 menjadi 33 kabupaten / kota, dan jumlah jeruk berfluktuasi dan cenderung konstan.

Tren kuning meningkat dari 42 kabupaten / kota menjadi 45 Kabupaten / kota, penghijauan telah berkurang dari 23 perkotaan menjadi 12 perkotaan.