Reporter Tribunnews.com, laporan Danang Triatmojo-Jakarta-DKI Jakarta Direktur Kesehatan Masyarakat Kesehatan Fify Mulyani menjelaskan bahwa pada 14 Mei 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan tes cepat terhadap 96.748 orang.

Empat (4)% dari hasil yang diperoleh dari tes cepat atau 3.703 orang dinyatakan untuk menanggapi coronavirus (Covid-19). Meskipun 93.045 orang keberatan.

Baca: Untuk mencegah penyebaran korona, Tribunnews dan Cardinal menyediakan 1.000 masker untuk institusi sosial Cipayung- “96.748 orang menerima tes cepat dan angka positifnya 4%”, Fify pada Kamis (14/5) / 2020) menyatakan bahwa 3.703 di antaranya dinyatakan tidak responsif dan 93.045 dinyatakan tidak responsif. Selain itu, departemen pelayanan kesehatan DKI juga melakukan inspeksi kumulatif reaksi berantai polimerase (PCR) .Pada 13 Mei 2020, ada 96.258 sampel kemarin.

Baca: Prank menjadi pusing dan pingsan Berpura-pura: tulang menjadi curiga, keluarga meminta perdamaian

Adapun pemeriksaan PCR hanya pada 13 Mei, 2379 orang melakukan 1.679 cek untuk membangun baru Diagnosis kasus. Hasilnya, 180 pasien masih positif dan 1499 negatif.

Pada saat yang sama, 5617 Covid-19 kasus terjadi di ibukota (Kamis) (14/5).

Untuk informasi lebih lanjut, 1.279 orang (23%) telah mengumumkan penyembuhan dan 466 pasien (8%) telah meninggal. Meskipun 1.877 pasien masih dirawat di rumah sakit, 1.995 pasien lainnya menerima isolasi independen.

Fify mengatakan: “1.877 pasien masih dirawat di rumah sakit dan 1.995 diisolasi di rumah.” Kemudian, jumlah orang tanpa gejala adalah 2.407, di mana 9.801 dipantau (ODP) dan total 7.342 pasien dipantau (PDP). -Di sisi lain, 1.783 pasien sedang menunggu hasil tes Covid-19 di laboratorium.