Reporter Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Kelompok Kerja Manajemen Covid-19 Doni Monardo mengaku belum bisa memprediksi kapan akan meyakini puncak pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia. menjadi. -Karena saat ini kasus Covid-19 masih berfluktuasi setiap hari. Artinya, di beberapa wilayah, tren kasus positif sedang menurun, sedangkan tren sebaliknya juga terjadi di bidang yang berlawanan.

Doni memberikan rekomendasi kepada National Economic Recovery and Management Committee setelah rapat terbatas. Covid-19, via sarana virtual, Senin (27 Juli 2020).

Baca: Banyak kantor yang hampir beroperasi normal, Doni Monardo: Patuhi pembagian kerja antara dua tim

“Sejauh ini saya belum tahu kapan puncak akan muncul. Melihat naik turunnya evolusi, beberapa daerah mengalami penurunan, dan ada beberapa kasus di mana kita berbeda. Ucap Duny.

Duny juga berharap masyarakat bisa memahami bahwa bahaya dan ancaman Covid-19 itu nyata dan sudah merenggut banyak nyawa. Hidup.

“Covid adalah ancaman nyata dan sangat berbahaya. Maaf, jika sedikit kasar, Covid seperti bidadari maut. Duny menjelaskan.

Oleh karena itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengenang persoalan lainnya.

Yang terpenting disiplin perjanjian kesehatan tidak bisa hanya dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan secara kolektif. — – “Kami sendiri belum cukup disiplin. Kami punya tanggung jawab untuk mendisiplinkan orang lain. Belakangan ini, kami berusaha membujuk masyarakat untuk mengundang dua orang sehari untuk mematuhi perjanjian sanitasi,” kata Duny.