Laporan wartawan Tribunnews.com Rina Ayu-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Kesehatan mencontohkan, hingga 29 November 2020, jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi bertambah 6.267, sehingga total menjadi 534.266.

Peningkatan tersebut merupakan yang tertinggi sejak kasus pertama virus corona di Indonesia.

Dalam siaran pers Departemen Seni Kementerian Kesehatan (30 November 2020), jumlah spesimen yang diperiksa Minggu lalu adalah 42.903 spesimen dari 31.021 orang.

Kementerian Kesehatan melakukan inspeksi kumulatif terhadap 5.655.692 spesimen.

Baca juga: Kebakaran Petamburan, 14 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan ayam jago merah

Baca juga: Rizieq Shihab kembali ke Indonesia, membubarkan 7 petugas, dan cluster Covid-19 baru hingga kejahatan terjadi- — “Ada tiga provinsi dengan peningkatan kasus tercepat, yaitu Jawa Tengah (2036), DKI Jakarta (1431) dan Jawa Timur (412),” kata Mina Terawan, Menteri Kesehatan. Dilaporkan 3.810 kasus telah sembuh, sehingga dari total 445.793 kasus, angka kesembuhan mencapai 84.035%.

Jumlah kematian yang dikonfirmasi oleh Covid-19 meningkat 169, lebih tinggi dari hari sebelumnya (152 kasus).

Jumlah total 16.815, dan angka kematian (CFR) mencapai 3,15%, yang masih lebih tinggi dari Angka kematian global 0,8% lebih tinggi -Kementerian Kesehatan juga mencatat cluster distribusi data terbaru, jumlah totalnya 1.655 cluster. -Ini adalah cluster baru dari penyebaran COVID -19 hingga 29 November 2020: – — 1. Perjalanan Formal dari Surabaya ke Sibanga 2. Penanggung Jawab Kelurahan Petamburan Jakarta Pusat 3. Guru ada di kota Gorontalo 4. Guru Bone Bolango

Terawan mengatakan seiring pemerintah terus menambah beban kerja 3T (pelacakan, pengujian dan pengobatan), diperkirakan kasus Covid-19 akan meningkat, sehingga Kementerian Kesehatan terus mempersiapkan bangsal isolasi dan perawatan intensif dengan pemerintah daerah. Kapasitas perawatan bangsal nt. Pasien-terus meminta perusahaan untuk menerapkan 3M secara tertib. Pembagian peran ini harus diselesaikan untuk memutus rantai penularan COVID-19- “Pemerintah terpaksa melakukan 3T (pengujian, pelacakan, dan pengobatan), sedangkan masyarakat dipaksa untuk melakukan 3M (pakai masker, jarak aman, dan cuci tangan pakai sabun) ,”Dia berkata. Mantan Kepala Rumah Sakit Militer Geto Sobroto.