Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengeluarkan kebijakan yang mengatur pengurangan biaya kuliah untuk siswa lajang (UKT) selama pandemi Covid-19. “Menurut peraturan ini, universitas dapat menyesuaikan UKT untuk siswa mereka sesuai dengan situasi ekonomi mereka.” Nadim mengatakan: “Setiap universitas memiliki lisensi dan secara khusus dapat menyesuaikan UKT untuk keluarga yang menghadapi kesulitan keuangan karena pandemi Covid-19. “Konferensi pers online, Jumat (19/6/2020).

Baca: Kabar baik bagi siswa PTN, yang dapat dilakukan dalam beberapa angsuran selama pandemi Covid-19-Nadim mengungkapkan dalam peraturan bahwa siswa yang sedang berlibur atau yang tidak berpartisipasi dalam SKS tidak perlu membayar biaya UKT.

Siswa yang menunggu untuk lulus tidak perlu membayar biaya UKT. -Ini didasarkan pada persetujuan Dewan Presiden Universitas Negeri pada 22 April 2020.

Selain itu, siswa hanya perlu membayar hingga 50% dari UKT pada akhir studi mereka jika mereka hanya membutuhkan hingga enam SKS.

“Jadi, arahan kebijakan ini menguntungkan siswa. Oleh karena itu, pertemuan tidak akan terganggu selama pandemi.”

Selain itu, siswa juga bisa mendapatkan pembayaran dari pembayaran UKT universitas.

Universitas juga dapat menunda pembayaran UKT kepada siswa.

Anda dapat membayar pada akhir semester.

“Mereka juga dapat menunda pembayaran. Tanggal pembayaran UKT dapat disesuaikan sesuai dengan kemampuan ekonomi, dan UKT dapat dikurangi,” katanya. Nadine