Wartawan Tribunnews, laporan Larasati Dyah Utami-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengusulkan serangkaian kebijakan kepada pemerintah untuk mengurangi dampak ekonomi Covid-19. Ada 571 perusahaan pada April 2020 atau selama pandemi virus koronal (Covid-19) yang terjadi pada Selasa (19/5/2020). “Menurut kesimpulan utama survei Covid-19, perusahaan melakukan survei di antara perusahaan yang terlibat dalam rencana keberlanjutan untuk daya saing dan tanggung jawab (skor ILO) dan menemukan bahwa kelangsungan hidup perusahaan hampir habis, dan pekerja Indonesia dipengaruhi oleh Ancamannya meningkat ”, dikutip dalam pernyataan Organisasi Perburuhan Internasional. – Faktanya, pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk membantu perusahaan dan pekerja, seperti pemotongan pajak, restrukturisasi kredit / hutang, peningkatan likuiditas dan perluasan sistem keuangan. Pelunasan hutang Kredit Usaha Kecil (KUR).

ILO memberikan beberapa dukungan tambahan yang dapat dibayangkan pemerintah untuk mendukung ketahanan dan pemulihan perusahaan.

Salah satu tujuannya adalah untuk menggunakan usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai andalan perekonomian Indonesia dan sumber utama pekerjaan.

Baca: Kemendes: 1,6 juta warga negara bergabung dengan sukarelawan pedesaan untuk mengurus Covid-19

ILO mengatakan: “Dalam kerangka rencana pemulihan ekonomi saat ini, dukungan mereka relatif tidak mencukupi.” Pemerintah membuat rekomendasi untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki akses ke likuiditas dan dana keuangan jangka pendek. Misalnya, dengan menyediakan lembaga keuangan dengan likuiditas yang cukup sehingga mereka dapat memberikan pinjaman kepada UKM dengan suku bunga rendah atau rendah