Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pendiri KawalCovid-19 Ainun Najib mengatakan, angka positif di Indonesia saat ini sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Tingkat positif adalah persentase orang yang dites positif Covid -19. — “Apalagi kalau kita melihat rate positif ini, itu karena rate positif kita meningkat,” kata Ainun dalam webinar di channel Youtube Katadata Indonesia, Kamis (9/09, 2020). — Ainon mengatakan bahwa kenaikan angka positif tersebut menunjukkan bahwa kedua wabah tersebut terus menyebar di masyarakat. Oleh karena itu, sebagian besar orang terinfeksi virus ini.

Menurut Ainu, tanda kedua kenaikan angka positif COVID-19 di Indonesia ini karena kapasitas uji n yang belum mencapai kecepatan sebanding dengan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Pada 3 September 1999, ada 3.000 kasus positif, dan jumlah total Covid-19 yang dikonfirmasi adalah 184.268- “Peningkatan kapasitas deteksi kami tidak dapat menyamai kecepatan epidemi. Kita harus menjaga tingkat ini tetap stabil. Angka positif sudah stabil di angka yang sangat kecil. ā€¯Menurut Ainun, pemerintah harus memperkuat tindak lanjut pasien positif corona di Indonesia.

Ainnon mengatakan bahwa yang lain tidak, dan banyak kota secara aktif melacaknya. Seperempat, “kata Ainun.

Dia secara pribadi membandingkannya dengan tindak lanjut yang dilakukan oleh negara lain setelah menerima kasus positif.

” Jika Anda membandingkannya dengan negara yang berhasil menghapusnya, itu tidak hanya akan Ada puluhan. Tapi ratusan. “Untuk setiap kasus positif, ratusan pencarian mungkin diperlukan,” Ainun menyimpulkan.

Sebelumnya, Wiku Adisasmito, juru bicara Covid-19 Treatment Working Group, mengungkapkan angka positif di Indonesia terus meningkat.

Pada bulan Agustus, angka positif di Indonesia terus meningkat. Angka positifnya mencapai 15,43%, tiga kali lipat rekomendasi WHO kurang dari 5%. Jakarta, Rabu (02/09/2020).