Laporan wartawan Tribunnews.com Rina Ayu – Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Epidemiolog FKM UI Pandu Riono mengkritik kebijakan pemerintah membeli vaksin Covid-19 di luar negeri.

“Mengapa membeli tiga kandidat vaksin darinya” Harap diingat bahwa ketiganya masih kandidat. Saya tidak percaya bahwa mereka akan menjadi vaksin pilihan yang efektif dan aman. Evaluasi uji klinis tahap ketiga belum selesai, dan hasil uji klinis tersebut belum dievaluasi, “ujarnya,” ujarnya dalam akun Twitter resminya, Rabu, 2020. Uji klinis fase III belum selesai, dan evaluasi uji klinis masih berlangsung, sehingga belum dapat dipastikan efektifitasnya. – “Siapa yang bisa menjamin calon vaksin Sinovac yang efektif dan aman? Jangan menjual produk yang belum membawa manfaat. Belum ada bukti ilmiah yang pasti,”

baca juga: Vaksin Corona senilai Rp 1,3 juta Sebaiknya segera didistribusikan, ahli epidemiologi merekomendasikan beralih ke obat generik — baca j Juga: Harga vaksin korona di Indonesia adalah rupiah. $ 200.000, apakah benar-benar murah di Brasil? Demikian penjelasannya-sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan Kementerian Kelautan, Senin (10/12/2020), pemerintah Indonesia akan menerima US $ 6,6 juta dari China untuk vaksin Covid-19.

Rencana distribusi vaksin akan dimulai pada November 2020.

Tahun ini, Cansino akan mulai menggunakan 100.000 vaksin (dosis tunggal) pada November 2020, dan akan menggunakan sekitar 15-20 juta vaksin pada tahun 2021.

G42 / Sinopharm akan melakukan 15 juta vaksin tahun ini Dosis vaksin (dosis ganda), dimana 5 juta dosis akan tersedia mulai November 2020.

Bersamaan dengan itu, Sinopharm telah berjanji akan memberikan 3 juta dosis vaksin pada akhir Desember 2020, dan berjanji akan memberikan 1,5 juta dosis vaksin pada minggu pertama bulan November dengan suntikan vaksin dosis kecil), pada bulan Desember 2020 Pada minggu pertama, 1,5 juta dosis vaksin (botol dosis tunggal) disuntikkan, ditambah 15 juta dosis vaksin dosis tinggi.