Laporan Tribun Jabar Ferri Amiril Mukminin

–TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR-Covid-19 dimakamkan di lahan seluas dua hektare di Desa Cikareo, Desa / kawasan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Ini menjadi tempat khusus untuk dugaan infeksi virus Corona.

Sejak merebaknya, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyediakan kuburan khusus, dan kasus Covid-19 meningkat. Kawasan pemukiman tersebut dianggap sebagai kuburan yang mewakili jenazah pasien yang terpapar Covid-19.

Kapolsek Sukaresmi AKP Irwan Alexander mengatakan, Makam Khusus telah diisi empat kuburan yang diduga jenazah terjangkit Covid-19 .

Baca: Pendapatan Meningkat Saat Wabah Covid-19 Peringatan — “Di areal kuburan khusus seluas dua hektare yang disediakan pemerintah, sejauh ini baru empat jenazah yang diduga berisi jenazah. Tertular Covid-19,” Alex, Sabtu (10/10/2020) Mengatakan. — Pemerintah Kabupaten Cianjur juga sudah menyiapkan personel khusus untuk menguburkan jenazah yang diduga terjangkit Covid-19.

“Kesenangan personel instrument juga disediakan di lokasi. Mereka (personel instrument) juga dibekali dengan dia. Katanya dia dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mencegah penyebaran dan penyebaran Covid-19

Alex mengatakan saat melaksanakan penguburan jenazah tersangka Covid-19 pemakaman, pihak pemakaman mengutamakan perjanjian sanitasi. Baca: Abaikan aturan kesehatan dan korbankan. Duny: Bertanggung jawab di akhirat- “Buried in Mayat-mayat di tempat ini berasal dari luar kawasan Sugaresmi. Saat dikuburkan kemarin, diyakini sebagai jenazah dari Kecamatan Ciranjang dan diyakini telah ditolak oleh warga di daerah tempat tinggalnya. “Diberitakan sebelumnya, pemakaman seorang terduga penderita Covid-19 berlangsung di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat-jenazah perempuan berinisial YN (50) terpaksa dipulangkan akibat penolakan sejumlah warga tiga desa di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang. Rumah Sakit Hafidz Cianjur (RSDH), Cianjur, Jumat (10/9/2020) .- Artikel itu dimuat di tribunjabar.id dan pemakaman Covid-19 berjudul Cianjur telah mengubur 4 jenazah. Rata-rata mereka Ditolak warga