TRIBUNNEWS. Ketua Jakarta COM-National Economic Recovery Working Group (PEN), Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga pekan kedua Oktober 2020, anggaran untuk meredam Covid-19 sudah mencapai 343,4 rupiah. , Terhitung sekitar 50% dari total anggaran sebesar 695,2 triliun rupiah. -Sebelumnya, pada kuartal III diperkirakan penyerapan Covid-19 mencapai Rp150 triliun.

Budi mengatakan pada konferensi pers yang diadakan di Istana Kepresidenan di Jakarta pada hari Rabu: “Saya berharap kita dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk akhir tahun dan meningkatkan sisa anggaran menjadi 695,2 triliun rupee.” 10/21: 2020) .

Menurut Budi, target penyerapan anggaran pada triwulan IV sama dengan triwulan sebelumnya, yaitu minimal Rp 100 triliun. Anggaran dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami juga ingin mengatakan bahwa kami juga memiliki target yang kurang lebih sama dengan kuartal ketiga, yaitu minimal 100 triliun rupee, dan kami dapat memandu melalui PEN. Ia mengatakan:“ Ini akan membantu perekonomian Indonesia pada kuartal keempat. meningkat. : Kronik jam terbang pasien positif Covid-19 yang berbaur dengan pengunjuk rasa menentang penciptaan lapangan kerja-Budi mengatakan penyerapan anggaran di berbagai departemen masih rendah. Salah satunya departemen / instansi dan pemerintah daerah. .

Oleh karena itu, ia sangat berharap dengan prakarsa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ia dapat mendorong penyerapan anggaran departemen dan lembaga. -Untuk sektor senilai $ 695,2 triliun, total anggaran terbesar adalah perlindungan sosial. Menyumbang 81,94% dari pagu anggaran US $ 203,90 triliun, diikuti oleh usaha kecil dan menengah US $ 74,39 miliar, pagu US $ 123,47 miliar, dan kemudian bidang kesehatan US $ 31,78 miliar, 87,55 miliar., 2461.000 dari pagu US $ 120,61 triliun US $ 100 juta dalam bentuk insentif usaha, diikuti oleh kementerian / lembaga dan departemen di daerah yaitu US $ 26,39 triliun dari total pagu anggaran US $ 106,11 triliun, sedangkan pembiayaan koperasi mencapai 0% dari total pagu anggaran US $ 53,60 triliun.