Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan tugas Pokja Pengolahan Covid-19 sama dengan Pokja Percepatan Pengolahan Covid-19. Pada dasarnya, menurut Pramono Anung, tim kerja baru saja berganti nama menjadi tim kerja. Selasa (21 Juli 2020) -Dia mengatakan, perubahan organisasi tersebut terkait dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2020, yang melibatkan Komite Penanggulangan Penyakit Coronavirus (Covid-19) dan pemulihan ekonomi nasional. Satgas lain yang bertanggung jawab memulihkan perekonomian nasional.

Baca: Menaker Ida mendistribusikan 1,6 juta alat kesehatan Covid-19 dari Produksi BLK di Indonesia

Oleh karena itu, keberadaan organisasi penanganan Covid-19 tidak ada Keberadaannya terisolasi karena satgas lain.

“Kalau satgas dibentuk karena ada Perpres saat itu, maka satgas akan menjadi satgas. Ini adalah keputusan presiden, bukan otonom, dan oleh karenanya menjadi satgas. Jika tidak, dinamakan “Tim Kerja” .. Pramono mengatakan Satgas dan Satgas memiliki tanggung jawab dan fungsi yang sama saat menangani Covid-19. Ibu dan dua anaknya yang positif Covid-19 pun ikut terdampak. Pastor Corona mencurigai hal itu menular di tempat kerja-oleh karena itu tidak perlu membubarkan Kelompok Kerja Manajemen Percepatan Covid-19 di wilayah n, melainkan hanya mengganti namanya menjadi kelompok kerja. Regional Covid-19. Kami kembali tegaskan tidak ada pembubaran apapun Satgas daerah, hanya namanya saja yang akan menjadi satuan tugas daerah Covid-19, yang nantinya akan disahkan dan ditetapkan oleh panitia pengarah.Namun belum ada panitia pengarah yang ditentukan dan mereka bisa bekerja otomatis saat itu. Ia menyatakan hal ini karena ada di Hal itu diatur dalam Pasal 20 ayat 2 (Perpres 80/2020).