JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi, sejauh ini terjadi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Kementerian Kesehatan melaporkan ada lebih dari 700.000 kasus demam berdarah.

Satgas mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman demam berdarah saat masih memerangi Covid-19. Dokter Kelompok Komunikasi Kelompok Kerja Nasional. Reisa Broto Asmoro menyampaikan bahwa demam berdarah merupakan salah satu tantangan tersulit yang dihadapi pemerintah Indonesia, dan beban kesehatan masyarakat juga mengancam kesehatan.

Kasus DBD tersebar di 465 wilayah administratif di daerah dan kota, menyebabkan hampir 500 kematian.

“Selama pandemi Covid-19, kita juga harus menurunkan angka kejadian demam berdarah. Dr. Reza bekerja di negara tersebut Konferensi pers pusat media tim mengatakan: “Kita harus terus memantau nyamuk secara mandiri, bersama, dan bekerja sama dengan pemerintah. , Jakarta, Jumat (7/3/2020). Ia mengimbau warga untuk rutin membersihkan lingkungan sebulan sekali. Ia mengatakan, “Di tempat-tempat nyamuk bertelur dan ada waduk. “- Aedes aegypti lebih suka membangun sarang di air bersih yang tergenang untuk menampung air bersih atau genangan kering, menutup kolam atau tangki penyimpanan, dan menguburnya untuk dehidrasi

baca: Pakar infeksi RSCM mengatakan itu menyerang kaum muda Tren rata-rata DBD- “Ini langkah utama pencegahan demam berdarah,” kata Dr. Reisa.